Sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi bidang teknologi, Fakultas Teknik Universitas Wisnuwardhana Malang ikut berperan dalam menyiapkan Sarjana Teknik yang mempu berpartisipasi dalam pembangunan di bidang keteknikanSelengkapnya
Sekretariat:
| Fakultas Teknik |
| Universitas Wisnuwardhana Malang |
| Jl. Danau Sentani No.99 Malang |
| Telp. 0341-713604 |
| Fax. 0341-713603 |
| Email: ft@wisnuwardhana.ac.id |
| ft.wisnuwardhana.ac.id |
| Infrastruktur IT yang rentan |
|
| Written by Rini Ida N, ST, M.MT adapted from Nux3r @echo |
| Saturday, 18 July 2009 13:21 |
|
Introduction Aplikasi dan Sistem komputerisasi yang ada memerlukan sistem komunikasi pokok dalam setiap organisasi atau instansi yang ada. menurut saya Setiap sistem jaringan komputer perlu mandapatkan sentuhan dari tangan hacker, Eits… jangan salah!! Bukan untuk merusaknya tapi sebagai Audit atas Sistem keamanan jaringan yang dimiliki. Akan salah besar jika suatuerusahaan atau instansi yang mengira bahwa sistem keamanan yang dimilikinya sudah 100% aman. Bagaimana bisa tahu jika sistem koputerisasinya telah benar secure jika ia tak pernah mencoba tuk mengetesnya sendiri. Atau jika ia tak mampu melakukan itu seharusnya ia dapat menyewa consultant untuk membantu tugasnya itu.
Malang sekali bagi Admin suatu sistem di dalam perusahaan atau instansi yang sangat kurang dalam memperhatikan masalah keamanan internal di dalam perusahaannya. Tentunya ia akan memiliki pekerjaan berat, dan tentunya jika terjadi sesuatu atas data atau informasi dalam sistem nya maka ia lah orang yang akan pertama kali disalahkan oleh atasannya, he..he.. saya harap itu tak terjadi pada kita. Dengan melakukan Security Audit pada sistem network infrastruktur maka perusahaan sebetulnya secara otomatis telah menyelamatkan aset paling berharganya sediri sebelum terjadi sesuatu yang buruk. Anda bisa bayangkan jika data informasi penting yang ada diketahui oleh lawan bisnis. Maka kehancuran yang hanya ada jika sebuah perusahaan atau instansi tidak melakukan tugas penting ini. Yaitu Security Audit. Real Simple Kisah berikut ini merupakan penuturan dari Kapil Raina, seorang ahli keamanan di VeriSign. Suatu pagi di beberapa tahun yang lalu, sekelompok orang berjalan memasuki sebuah perusahaan jasa pengiriman yang tergolong besar. Beberapa saat kemudian mereka berjalan keluar dari gedung itu dan telah berhasil mendapatkan hak akses ke sistem jaringan perusahaan tadi. Bagaimana mereka melakukannya ? Pertama, mereka telah melakukan riset mengenai perusahaan itu selama dua hari sebelumnya. Sebagai contoh, mereka telah mempelajari nama-nama pejabat berpengaruh di perusahaan itu dengan cara menghubungi pihak HRD. Selanjutnya mereka pura-pura kehilangan kunci ketika berada di pintu depan perusahaan, dan ternyata seorang pria di perusahaan tadi membukakan pintu untuk mereka tanpa curiga. Untuk saat itu mereka telah berhasil memasuki gedung sasaran. Sesampai di lantai tiga yang merupakan secure area, mereka pura-pura kehilangan tanda identitas. Cukup melakukan akting kehilangan dengan bagus, tersenyum ke pekerja-pekerja yang ada di situ, dan salah seorang dari mereka kemudian membukakan pintu untuk mereka dengan ramah. Secure area ternyata belum mampu membendung langkah mereka. Mereka sudah tahu bahwa saat itu pemimpin perusahaan sedang bertugas keluar kota, jadi mereka bisa dengan bebas memasuki ruang kantornya dan mendapatkan data finansial dari komputernya yang ternyata tidak terpassword sama sekali. Mereka kemudian memanggil petugas kebersihan dan meminta untuk meletakkan semua sampah perusahaan di suatu tempat di mana mereka nantinya bisa memeriksa karena beberapa karyawan ternyata suka menuliskan informasi rahasia ataupun password ke kertas lembar kerja yang tidak terpakai dan kemudian membuang begitu saja. Selain hal-hal di atas, mereka pun telah mempelajari bagaimana cara dan gaya sang pemimpin berbicara, sehingga mereka mampu menelpon dan mengaku sebagai pemimpin perusahaan, yang sebenarnya sedang berdinas keluar kota, dan mengatakan sedang dalam keadaan terburu-buru dan lupa akan passwordnya. Sang admin pun tanpa rasa curiga dan tanpa merasa perlu melakukan proses verifikasi, segera memberikan apa yang dibutuhkan. Selanjutnya dengan berbekal berbagai informasi yang telah didapatkan, cukup dengan memakai teknik hacking standar mereka akhirnya bisa mendapatkan akses super-user di sistem jaringan perusahaan tersebut. Dalam cerita ini, mereka sebenarnya dari pihak konsultan keamanan yang sedang melakukan audit keamanan atas permintaan pemimpin perusahaan tanpa memberitahukan sebelumnya kepada para pekerja. Mereka tidak pernah mendapat informasi sedikit pun mengenai perusahaan, para pekerja serta tidak mengenal secara dekat pemimpinnya, tapi mereka mampu mendapatkan semua akses yang diperlukan melalui social engineering. Kerentanan yang Ada Kerentanan yang ada pada Infrastruktur Jaringan merupakan pokok dari penyebab masalah security yang muncul dalam suatu sistem koputerisasi di suatu perusahaan atau instansi. baik itu pemerintah atau swasta. Kalau dilihat dari statistik yang telah banyak beredar umumnya perusahaan swasta telah memiliki infrastruktus jaringan yang lebih baik dan lebih secure dari yang di pakai di banyak instansi pemerintahan. Kecuali di instansi pemerintahan yang memang berkecimpung dalam Information Technology (IT). seperti Departemen KOMINFO. OK, sudah cukup… omong kosong ini, Faktor terbesar dari general security issue adalah Human Error. Mari kita telaah apa saja yang biasanya yang menjadi biang kerok permasalahan dalam suatu infrastruktur jaringan yang ada :
Dan jika ini semua terlewatkan makan apa yang dapat terjadi, sebuah mimpi buruk. Lihat ini :
Sedikit Perbaikan Setidaknya mengurangi resiko diatas, walaupun tidak mungkin membuat sistem yang 100% aman dari ulah para tangan jahil. dan tentunya tidak sedikit juga biaya yang harus dikeluarkan demin privacy yang ada. Simultance Security Audit, Tidak boleh hanya sekali melakukan ini, karena setiap hari hacker yang ada semakin canggih. Apalagi tidak melakukannya maka Night Mare siap menghampiti anda
|

